Breaking News

Pelatihan Dangerous Goods di Indonesia



Transportasi udara merupakan alat transportasi yang harus benar - benar zero accident . Karena kini pengguna jasa transportasi ini semakin banyak. 

Waktu yang cukup efisien ketika bepergian menggunakan jasa transportasi udara menjadi alasan masyarakat untuk memilih sarana transportasi udara ini. Belum lagi saat ini penawaran harga tiket murah menggunakan jasa transportasi udara semakin banyak . Sehingga membuat jasa transportasi udara semakin menjadi primadona bagi kalangan masyarakat .
Untuk menciptakan zero accident dalam setiap penerbangan tentu saja tidak mudah . Memerlukan koordinasi yang baik antara penumpang ,  awak pesawat , maupun karyawan - karyawan yang terlibat di dalam operasional penerbangan.

Staff Penerbangan yang meupakan petugas yang bekerja di darat atau di bandara juga memiliki andil dalam menciptakan zero accident  ini. Didalam profesi staff penerbangan atau ground handling terdapat berbagai divisi yang juga memiliki tugas yang berbeda - beda. Salah satu divisi yang juga akan mempengaruhi dapat terciptanya zero accident dalam penerbangan atau tidak adalah divisi Check In Counter.
Divisi Check in Counter adalah divisi staff penerbangan yang bertugas untuk mengecek tiket penumpang dan kemudian menggantinya dengan boarding  pass . Selain itu memasukkan bagasi penumpang dengan memberi label bagasi sesuai nama penumpang yang sesuai dengan tiket penerbangannya. Proses pemasukan bagasi ini lah yang sangat perlu diperhatikan karena akan  mempengaruhi terciptanya zero accident saat penerbangan terjadi. 

Dalam dunia penerbangan, terdapat tata aturan mengenai barang - barang yang diperkenankan atau dilarang dibawa pada proses penerbangan. Barang - barang yang dilarang untuk dibawa dalam penerbangan bersama penumpang tersebut dalam dunia penerbangan dikenal dengan sebutan Dangeous Goods

Untuk dapat mengenal Dangerous Goods ini , seorang staff penerbangan harus mengikuti semacam pendidikan dan latihan dahulu yang tentunya akan memperoleh lisensi DGR ( Dangerous Goods Regulation ). Lisensi DGR , akan dikeluarkan oleh Direktorat Keamanan Penerbangan kepada para peserta yang mengikuti diklat Dangerous Goods.

Lalu , dimana kita dapat menemukan  tempat Pelatihan Dangerous Goods di Indonesia ?
PSPP Penerbangan , menjadi satu - satunya sekolah penerbangan di Indonesia yang juga menyelenggarakan Pelatihan Dangerous Goods bagi semua peserta didiknya . baik pada program pendidikan pramugari , staff penerbangan maupun Aviation Security .

Peserta didik yang telah mengikuti Pelatihan Dangerous Goods tersebut nantinya juga akan memperoleh lisensi DGR resmi dari Direktorat Keamanan Penerbangan . Karena PSPP Penerbangan sendiri juga telah memiliki izin penyelenggaraan resmi dari Direktorat Keamanan Penerbangan , Kementrian Perhubungan RI , maupun Dirjen Perhubungan Udara . 

Mengenai barang - barang yang termasuk kedalam golongan vang berbahaya atau dangerous Goods adalah sebagai berikut :   




1.  barang – barang yang mudah meledak
2. zat cair yang mudah terbakar
3. benda padat yang mudah terbakar
4. oxidizing substance
5. toxix substance
6. corrosive materials
7. miscellaneous dangerous goods  
Seperti yang telah admin tulis diatas bahwa Lisensi Dangerous Goods hanya dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Keamanan Penerbangan sehingga tidak semua tempat pendidikan dapat  memberikan lisensi tersebut kepada peserta didiknya. Hanya tempat pendidikan yang memperoleh izin penyelenggaraan dari Kementrian Perhubungan Udara yang dapat memberikan lisensi tersebut kepada para peserta didiknya tentunya setelah peserta didik tersebut mengikuti pembelajaran tentang Dangerous Goods.
Bagi Anda yang ingin mengetahui dan mengikuti pelatihan tentang Dangerous Goods serta mendapatkan lisensi resminya dapat segera mendaftarkan diri Anda di PSPP Penerbangan dan ikut pelatihan yang setiap tahunnya terdapat 3 angkatan yaitu : kelas Februari, Juni dan Oktober.
Adapun untuk persyaratan serta ketentuan dan berkas pendaftaran Pelatihan Dangerous Goods di Indonesia dapat Anda simak artikel yang berjudul : Bagaimana Cara Ikut Masuk Daftar Pelatihan Dangerous Goods di Indonesia?
Selain mengecek biodata diri dan berkas calon pendaftar , para pendaftar yang ingin mengikuti pelatihan dangerous goods juga diwajibkan untuk mengikuti Tes Tertulis, Tes Kesehatan dan Tes Wawancara. Tes tersebut kesemuanya dapat dilakukan baik melalui online maupun offline.
Baca juga : Seleksi Tes Masuk Mendaftar Sekolah Pendidikan Pelatihan Aviation Security
Memilih melanjutkan pendidikan singkat untuk bekal berkarir di dunia penerbangan adalah pilihan yang sangat tepat. Karena peluang pekerjaan di dunia penerbangan saat ini semakin luas. Peluang pekerjaan dalam dunia penerbangan tentunya juga akan terus ada dan terbuka lebar karena industri jasa penerbangan tentu akan terus mengalami peningkatan sehingga tenaga kerja yang diperlukan pun akan semakin banyak. Dan itu dapat menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk para peserta didik di PSPP Penerbangan.
Baca juga : Peluang Lowongan Kerja di Dunia Maskapai Penerbangan Indonesia
Informasi lengkap seputar Pelatihan  Dangerous Goods di Indonesia silakan menghubungi panitia PSPP Penerbangan Kak Diyan 0822-2500-7272 / BBM 26D5777F . Semoga bermanfaat !!

Tidak ada komentar